Profil Pondok

Tentang Pondok Pesantren Habiburrahman

Pesantren yang dirintis sejak 2011, diresmikan 14 Mei 2018 — mendidik generasi ulama dan pemimpin dengan sistem KMI terintegrasi dan Al-Qur'an sebagai fondasi utama.

Latar Belakang

Pesantren Habiburrahman adalah lembaga pendidikan Islam yang dirintis pembangunannya sejak 2011. Pesantren Habiburrahman diresmikan pada tanggal 14 Mei 2018 oleh Prof. Dr. KH. Miftah Faridl (Ketua Dewan Pertimbangan MUI Jawa Barat dan Ketua Umum MUI Kota Bandung). Pesantren Habiburrahman dipimpin langsung oleh H. Muh. Firousyurahman, BS. (Alumni Gontor 2011).

Pesantren Habiburrahman menggunakan sistem pendidikan yang mampu mengintegrasikan pembentukan karakter akhlak mulia sekaligus mampu menghadapi tantangan persaingan di masyarakat. Produk pendidikan tersebut diharapkan mampu merekonstruksi kehidupan agar seimbang dan terpenuhi seluruh kebutuhan hidup, baik secara personal maupun dalam pembentukan kader-kader sebagai aset umat pada masa mendatang.

Pesantren Habiburrahman terletak di Desa Bojong, Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Dengan didukung lingkungan yang masih asri, Pesantren Habiburrahman berupaya mencetak kader-kader umat yang mampu menghadapi tantangan zaman sekarang maupun masa depan, bermanfaat bagi diri sendiri dan umat pada umumnya, serta menjadi aset bangsa dalam mengemban tugas pembangunan di masa datang.

Seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren Habiburrahman memperbaharui sistem pendidikannya. Sistem ini menjadikan Al-Qur'an sebagai pondasi utama pada pendidikan awal bagi anak didik sebagai kader pemimpin umat, sebelum memperdalam ilmu agama dengan sistem Mu'allimin selama 6 tahun.

Selayang Pandang

Visi dan Misi

A. VISI

Tahun 2025 Habiburrahman telah menjadi pondok harapan umat, yang mencetak kader-kader ummat yang kaffah menjadi penerus perjuangan Islam yang memiliki kualifikasi bertaqwa, berakhlak mulia, kreatif dan cerdas, mandiri serta bermanfaat bagi umat sebagai sosok pribadi rahmatallil'alamin.

B. MISI

  1. Pesantren mencetak kader-kader para penghafal al-quran sebagai kitab suci yang harus senantiasa dijaga.
  2. Pesantren mencetak para generasi muda yang berakhlaqul karimah serta mampu menjawab tantangan kehidupan baik secara spiritual maupun secara material.
  3. Pesantren mencetak kader-kader ummat yang memiliki jiwa mandiri, enterprener, memiliki jiwa kepemimpinan yang baik serta tangguh sebagai penerus ulama di masa mendatang.
  4. Pesantren diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan komunikasi global (Bahasa Arab dan Inggris).

Orientasi Pendidikan

Secara garis besar, arah dan tujuan pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Habiburrahman terdiri dari pendidikan kemasyarakatan, kesederhanaan, dan peradaban.

KEMASYARAKATAN adalah laboratorium kehidupan bermasyarakat bagi seluruh penghuninya. Seluruh pola kehidupan yang dijalani di pondok merupakan cerminan bagaimana seharusnya hidup bersama dengan keberagaman suku, kultur, dan budaya. Meskipun tidak tertulis dalam ketentuan, semuanya dijalani mengalir seperti halnya kehidupan biasa. Kebersamaan dalam hidup ini diatur dengan norma-norma yang baku dalam wujud peraturan disiplin. Berbagai bentuk pelanggaran dihukum sebagai bentuk pembelajaran dan kaca perbandingan di antara sesama.

KESEDERHANAAN adalah bentuk pilihan gaya hidup yang menjadi ruh Pondok Pesantren Habiburrahman dalam mendidik seluruh keluarga pesantren. Sebagaimana penjelasan tentang kesederhanaan di atas, bahwa moto ini membentuk sikap arif dan bijak dalam menyikapi gaya hidup. Tidak boleh berlebih-lebihan, apalagi berniat untuk menunjukkan posisi dan status sosial di tengah-tengah masyarakat. Semua dilakukan atas dasar pilihan yang terukur dan tujuan yang tentukan. Menghindari perilaku boros dan tabdzir dalam hidup, sesuai dengan perintah dan pedoman agama. Kesederhanaan adalah gambaran kebesaran jiwa seseorang. Mampu tetapi bisa menentukan pilihan yang tepat di saat yang benar. Mental yang lahir dari jiwa kesederhanaan adalah mental empati untuk peduli di antara sesama dalam kehidupan. Menyadari sepenuhnya bahwa semua pencapaian yang telah didapatkan merupakan titipan yang hanya boleh dipergnakan sesuai kebutuhan, bukan mengikuti keinginan. Benar-benar menjalankan kehidupan dengan penuh kehidmatan.

PERADABAN adalah gambaran kebesaran umat Islam yang semenjak zaman dulu sudah menjadi ciri khas umat Islam, yang mana Pondok Pesantren Habiburrahman bercita-cita untuk menjadi poros peradaban Islam di masa yang akan datang.

Sistem Pendidikan

Sistem pendidikan Pondok Pesantren Habiburrahman terangkum dalam rangkaian proses pendidikan dan pengajaran dengan pendekatan dan metode integratif, komprehensif dan mandiri.

Integratif

Keterpaduan antara intra, ekstra maupun kokurikuler dalam satu kesatuan, atau disebut integrative-mutakamil (terpadu). Secara konsisten memadukan tripusat pendidikan (pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat) dengan masjid yang menjadi sentral miliu yang menjiwai dalam satu program.

Memasukan antara keunggulan sistem pendidikan pesantren dan sistem pengajaran madrasah dalam satu paket. Mengintegrasikan antara iman, ilmu dan amal, antara teori dan praktek dalam satu kesatuan yang diselenggarakan dengan semangat kemandirian (mustaqill), terbebas dari intervensi, dan merupakan hasil ijtihad dan pengalaman panjang para pendiri.

Model pendidikan Pondok Pesantren Habiburrahman adalah keteladanan, penciptaan miliu yang kondusif serta kegiatan yang padat terarah. Ditopang dengan penugasan-penugasan terbimbing, pembiasaan, pengarahan berkelanjutan, dan gerakan-gerakan yang terukur.

"Pendidikan akhlak dan mental tidak cukup hanya dengan pidato, tetapi harus dengan keteladanan utama, penciptaan miliu yang kondusif sehingga semua apa yang dilihat dan didengar santri berupa gerakan dan bunyi-bunyian apa saja di dalam pondok menjadi bagian dari faktor-faktor pendidikan".

Pimpinan Pondok selalu menyampaikan dalam pertemuan-pertemuan pembekalan, di depan para guru-guru, pengurus organisasi dan seluruh keluarga pesantren dengan ungkapan "tidak ada kemajuan tanpa disiplin, dan tidak ada displin tanpa keteladanan".

Disiplin di Pondok Pesantren Habiburrahman merupakan harga mati yang wajib diikuti oleh seluruh keluarga pesantren tanpa terkecuali. Mulai dari tingkat terendah, para santri, hingga pimpinan wajib berdisiplin. Justru para senior menjadi kunci dan cermin keteladanan dalam menjalankan peraturan kehidupan di pesantren.

Sejalan dengan ungkapan tokoh pendidikan Pesantren Modern, KH. Imam Zarkasyi yang mengatakan "di dalam mendidik kita menggunakan sarana keteladanan, penciptaan lingkungan yang kondusif, pembiasaan yang baik, serta kegiatan yang terarah".

Komprehensif

Komprehensif yakni bersifat menyeluruh dan komplit. Semua kegiatan bertujuan untuk mengasah potensi intelektual, spiritual, mental, dan fisik para peserta didik untuk menuju kesempurnaan. Keseimbangan antara ilmu agama dan umum dalam konsep kurikulum bukan hanya pada tataran teori belaka, tetapi diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dengan sistem pengendalian yang terencana.

Semua ilmu yang bersifat metodologis maupun bersifat material disampaikan tanpa membedakan bidang keilmuan agama dan bidang ilmu pengetahuan umum. Model pendidikan komprehensif Pondok Pesantren Habiburrahman tidak menekankan pada salah satu aspek sebagaimana umumnya model pendidikan yang hanya menekankan pada sisi kognisi atau akademisi saja.

Prinsip yang dimiliki yaitu, bahwa pendidikan jauh lebih luas dari sekadar pengajaran yang berorientasi akademistis.

Kemandirian

Kemandirian Pondok Pesantren Habiburrahman telah menjadi perhatian seluruh masyarakat dan aktifis pendidikan. Tidak hanya dalam sumber pendanaan, tetapi seluruh tata kelola di pondok ini dilakukan secara mandiri.

Tidak ada campur tangan dan intervensi pihak lain dalam menentukan model organisasi, sumber pendanaan, sistem kurikulum, hingga sumber daya manusianya. Semuanya direncanakan, diorganisasikan, dilakukan, dikendalikan dan dirasakan secara mandiri tanpa bantuan luar. Apalagi yang tidak memahami nilai-nilai dan falsafah pondok yang sakral.

Falsafah Kelembagaan, Pendidikan dan Pengajaran

Falsafah kelembagaan, pendidikan dan pembelajaran yang dijadikan sebagai pedoman dan dasar-dasar kehidupan serta dinamika pondok secara keseluruhan yaitu:

Falsafah Kelembagaan

  • Pondok Pesantren Habiburrahman berdiri di atas dan untuk semua golongan.
  • Pondok adalah lapangan perjuangan, bukan tempat mencari penghidupan.
  • Pondok itu milik umat, bukan milik kiai.

Falsafah Kependidikan

Ragam kegiatan yang dilakukan oleh seluruh penghuni pondok wajib bernilai dan berisi pendidikan. Sumbernya berpedoman pada konsep "apa yang dilihat, didengar, dikerjakan, dirasakan, dan dialami santri sehari-hari harus mengandung unsur pendidikan".

Pendidikan tidak terbatas pada proses belajar mengajar di kelas, tetapi juga di luar kelas, termasuk berbagai bentuk penugasan, progress latihan kepemimpinan, sistem kerja kelompok, kerja bakti, dan beragam interaksi kehidupan di asrama yang dijalankan dalam waktu 24 jam penuh dan dengan pengawasan ketat.

Berjasalah tetapi jangan minta jasa. Pondok Pesantren Habiburrahman adalah ladang perjuangan umat untuk melahirkan kader-kader pemimpin yang unggul namun tetap memiliki budi pekerti yang luhur.

Semua aktifitas yang dijalankan membutuhkan perhatian serius dan tidak mungkin dapat dilaksanakan oleh orang-orang yang minim keikhlasan. Hanya nilai untuk berbuat, beramal dan berjasa kepada pondok, masyarakat dan umat tanpa meminta imbalan yang menjadikan pondok ini besar.

Santri tidak dididik materialistis, yaitu semua serba dihitung dengan materi, melainkan dibangkitkan jiwanya untuk mengabdi dan berjuang di masyarakat tanpa pamrih, karena tujuannya adalah li i'lai kalimatillah, yaitu untuk meninggikan agama Allah SWT.

Mau dipimpin dan siap memimpin, patah tumbuh hilang berganti.

Pondok Pesantren Habiburrahman adalah tempat pendidikan kader-kader umat masa depan. Semuanya diperkenalkan dan ditanamkan mental "mau dipimpin dan siap untuk memimpin". Senioritas bukan ukuran untuk menjadi orang terdepan di pesantren ini.

Profesionalitas, keilmuan, skill dan wawasan pengetahuan menjadi ukuran utama prosesi kepemimpinan, meskipun tetap memperhatikan kultur pesantren dan nilai-nilainya.

Bentuk ragam kegiatan di pondok dikelola secara mandiri. Bersama dalam menjalankan tugas dengan saling menasehati dan mengutamakan asas musyawarah dan mufakat bersama. Semuanya berjalan silih berganti, hanya tinggal menunggu waktu dan saatnya. Sebab semua orang dituntut untuk melakukan proses yang sama meskipun dalam tugas-tugas yang berbeda.

Berani hidup tak takut mati, takut mati jangan hidup, takut hidup mati saja, hidup sekali, hiduplah yang berarti.

Pondok Pesantren Habiburrahman mengajarkan keberanian untuk hidup, dan hidup yang tidak hanya sekadar hidup, tetapi hidup yang bermanfaat bagi orang lain.

Bobot kaliberitas seseorang diukur dari besarnya manfaat yang dia lakukan untuk orang lain. Pondok Pesantren Habiburrahman menekankan kepada seluruh alumni-alumninya untuk menjadi para dai yang kaya manfaat di tengah masyarakat.

Bahkan ukuran alumni yang sukses menjadi "orang besar" adalah alumni yang mau berjuang dengan mengajar mengaji meskipun di sebuah mushalla kecil di pelosok desa.

Seluruh mata pelajaran harus mengandung pendidikan akhlak.

Akhlak menjadi skala prioritas dalam pendidikan di pondok. Semua yang diajarkan di dalam kelas secara formal harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan bukan hanya sebatas slogan yang disampaikan di depan kelas, tetapi juga tertanam dalam aktifitas dan nafas kehidupan.

Mulai dari kiai, para guru, dan seluruh santri harus dapat mendidik dengan akhlaknya. Maka dari itu, tidak boleh ada mata pelajaran yang menyimpang atau disampaikan dengan tidak menjunjung tinggi akhlakul karimah.

In uridu illa'l-ishlah (aku tak bermaksud kecuali perbaikan) QS. Hud [11]: 87. Segala bentuk pendidikan di pondok didasari oleh keinginan untuk memperbaiki dengan usaha yang maksimal semampu yang dapat dilakukan.

Salah satu nilai yang mendasari dan menjiwai model pendidikan di Pondok Pesantren Habiburrahman adalah, bahwa seluruh aktifitas yang dijalankan bukan atas kehendak dan egoisme individu semata. Semuanya dijalankan untuk memberikan kebaikan bersama.

Semua cita-cita terlebur menjadi cita-cita pondok yang tertuang dalam visi dan misinya. Nilai kebaikan, dari berbuat baik dan usaha memperbaiki secara maksimal inilah yang menjadi nafas pendidikan di Pondok Pesantren Habiburrahman. Maka bentuk reaksi apa pun yang timbul bukan atas kepentingan pribadi, semuanya didasarkan atas niatan untuk perbaikan.

Khairu-n-nas anfa'uhum li'nnas (sebaik-baik manusia adalah yang lebih bermanfaat bagi sesama). Nilai yang dikutip dari hadis Rasulullah SAW ini menjadi tujuan pendidikan pondok.

Setiap output Pondok Pesantren Habiburrahman adalah bagian dari kader umat yang dipersiapkan untuk menebar kebaikan di tengah-tengah masyarakat. Dapat memberikan manfaat dan mampu membawa nilai-nilai positif. Serta bisa menjadi contoh terdepan masyarakat dalam kehidupan.

Sebagaimana Rasulullah SAW yang menjadi teladan bagi sekalian alam.

Pendidikan itu by doing, bukan by elips. Maksudnya bahwa pendidikan di Pondok Pesantren Habiburrahman tidak berhenti pada penyampaian materi dan teori pelajaran. Apa yang dipidatokan, diceramahkan, ditulis dan diingat harus dilaksanakan dan diterapkan dalam formulasi keteladanan.

Model ini diyakini dapat mempercepat transformasi pengetahuan dan keilmuan santri. Artinya semua informasi yang didapatkan diingatkan kembali dalam laboratorium kehidupan, sehingga merasuk dalam sanubari dan diingat bukan hanya dengan pikiran semata, tetapi tertanam dalam hati.

Labuh bondo, bahu, pikir, lek perlu sak nyawane (mengorbankan harta, tenaga, pikiran, kalau perlu nyawa sekalian). Perjuangan butuh pengorbanan. Tidak ada perjuangan yang hanya dilakukan tanpa pilihan.

Memilih untuk belajar di Pondok Pesantren Habiburrahman adalah awal perjuangan yang tertanam dalam jiwa santri. Semboyan "ke Pondok Pesantren Habiburrahman apa yang kamu cari?" menghapus niat, keinginan, dan kepentingan lainnya kecuali hanya menuntut ilmu.

Bukan agar bisa berbahasa, mampu menjalankan ibadah harian, atau ingin mendapatkan kebesaran nama almamater saja. Bisa saja semuanya itu didapatkan, tetapi yang paling utama adalah keilmuan.

Berbuatlah melebihi apa yang telah diperbuat oleh para pendahulu. Pondok Pesantren Habiburrahman menekankan bahwa setiap santri harus bisa lebih baik dari para guru-gurunya. Penerus generasi saat ini harus bisa melebihi para pendahulu-pendahulunya.

Tokoh-tokoh sukses Islam membangkitkan semangat kompetisi yang besar bagi para santri untuk bisa mengikuti prestasi dan kesuksesan tokoh tersebut. Tapi itu bukan tujuan utama, yang lebih penting adalah bahwa kesuksesan tersebut hanya bagian dari jalan untuk memperluas dan mengokohkan jalan dakwah dalam membela agama Allah SWT.

Hanya orang penting yang tahu kepentingan, dan hanya pejuang yang tahu arti perjuangan. Semua kegiatan yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Habiburrahman wajib dipahamkan kepada seluruh pelaksananya.

Sehingga semua mengetahui dasar dan tujuan pelaksanaan acara dengan baik. Fungsinya mengajarkan untuk menjiwai peranan dan menyadarkan bahwa suksesi perjuangan apa pun adalah sinergi kepentingan-kepentingan individu yang dijalankan bersama dalam satu wadah organisasi. Peranan apa pun harus dianggap penting sesuai dengan porsi dan kapasitasnya.

Falsafah Pembelajaran

Falsafah pembelajaran yang menjadi dasar dan pedoman dalam mentransformasikan sistem pendidikan dan pembelajaran di Pondok Pesantren Habiburrahman adalah sebagai berikut:

  • Metode lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri.
  • Jiwa guru adalah skala prioritas dan indikator utama dalam menilai keberhasilan pendidikan. Penggunaan materi, metode, dan sarana penunjang lainnya hanya alat penunjang keberhasilan.
  • Sebab materi bisa saja direvisi setiap waktu, metode bisa berubah kapan saja, namun guru yang menjiwai sepenuh hati dalam mendidik dan mengajar tidak akan tergantikan.
  • Pondok memberi kail, tidak memberi ikan. Peserta didik dituntut untuk aktif berusaha mendapatkan ilmu dan pengetahuan secara mandiri.
  • Ujian untuk belajar, bukan belajar untuk ujian.
  • Ilmu bukan untuk ilmu, tetapi ilmu untuk ibadah dan amal.
  • Pelajaran KMI mencakup agama 100% dan umum 100%.

Lembaga Pendidikan

Lembaga pendidikan yang telah dan akan diselenggarakan di lembaga Pendidikan Habiburrahman antara lain:

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

  1. Taman Kanak-kanak (TK)
  2. Raudhatul Athfal (TK)

PENDIDIKAN MENENGAH

  1. Kulliyyatul Mu'allimin Al-Islamiyyah (KMI)
  2. Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT)
  3. Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu (SMA IT)

PANCA JIWA

1. Keikhlasan

Kata ‘keikhlasan’ memiliki keluasan makna. Bila diartikan secara verbal keikhlasan memiliki arti sepi ing pamrih, perbuatan yang dilakukan bukan atas dasar dorongan yang timbul dari nafsu dan tidak bertujuan untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan tertentu. Segala perbuatan yang dilakukan semata-mata hanya berharap ridho dan diniatkan sebagai ibadah lillahi ta'ala.

Jiwa keikhlasan ini akan menciptakan iklim yang sangat kondusif dan harmonis di semua level dan tingkatan. Keluarga pondok dituntut untuk menghayati firman Allah QS. Al-Insan [76]: 9 “kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih”. Sementara seluruh santri diajarkan untuk berpegang teguh dengan QS. Yāsin [36]: 21.

2. Kesederhanaan

Sederhana itu wajar, menyesuaikan dengan kebutuhan, tidak berlaku pasif, dan bukan miskin atau melarat. Sederhana diartikan sebagai kebutuhan yang prinsipil. Jiwa kesederhanaan adalah bentuk kekuatan yang dahsyat, dipenuhi dengan nilai-nilai kesanggupan, menjalankan dengan ketabahan, mampu menguasai diri dalam menghadapi semua problem dan permasalahan yang dihadapi.

Pondok Pesantren Habiburrahman mengajarkan untuk hidup sederhana dan bersahaja dengan tetap mensyukuri semua karunia dan kenikmatan yang Allah SWT berikan. Kesederhanaan mengajarkan untuk hidup empati, selalu mempertimbangkan antara kebutuhan dan keinginan, serta melaksanakan sesuatu berdasarkan pertimbangan kemaslahatan yang terukur.

3. Kemandirian

Berdikari atau kesanggupan untuk menolong diri sendiri (al-i'timādu ala nafsi) merupakan salah satu prinsip yang ditanamkan dalam pola hidup santri. Seluruh aktifitas diurus dan dipersiapkan sendiri, mulai dari mengatur waktu, kegiatan, keperluan, dan kebutuhan harian.

Jiwa berdikari di Pondok Pesantren Habiburrahman adalah bagian dari keteladanan. Sebagai lembaga pendidikan pondok harus berdikari, agar tidak menyandarkan kelangsungan hidupnya pada pihak lain, sehingga tidak ada intervensi dari pihak luar terhadap kebijakan-kebijakan internal pesantren.

4. Ukhuwwah Islamiyyah

Suasana persaudaraan, keakraban, saling menghormati antara satu dengan lainnya adalah budaya kehidupan di Pondok Pesantren Habiburrahman. Santri yang berasal dari berbagai daerah, dengan beraneka ragam suku dan budaya berbeda tidak mengurangi dan menghilangkan rasa persaudaraan.

Ukhuwah islamiyah dalam kehidupan seperantauan ini menjadi tali pengikat kuat yang terus mengeratkan persaudaraan diantara sesama. Doktrin pondok sebagai “perekat umat” menjadi piranti positif yang melahirkan sinergi baru bagi bangsa ini.

5. Kebebasan

Bebas bukan berarti liberal, tetapi independen. Kebebasan dalam koridor Pondok Pesantren Habiburrahman tidak berarti bebas dari nilai, pedoman agama, akhlak, moralitas, dan pemikiran. Bebas dimaksud adalah kebebasan berbuat, berkarya, menentukan masa depan, dan kebebasan dari pengaruh buruk dan negatif.

Kebebasan melahirkan para santri yang memiliki jiwa besar dan optimis dalam menghadapi segala kesulitan, namun tetap dalam garis-garis positif dengan penuh tanggung jawab.

LANDASAN OPERASIONAL PONDOK PESANTREN HABIBURRAHMAN

Bentuk pengembangan Pondok Pesantren Habiburrahman dirumuskan dalam Panca Jangka yang menjadi landasan operasional program-program kerja.

  • Pendidikan dan pengajaran: meningkatkan dan menyempurnakan pendidikan dan pengajaran untuk mencetak kader umat, bangsa dan masyarakat yang berkompeten.
  • Kaderisasi: perhatian terhadap kaderisasi merupakan kewajiban untuk mewujudkan dan melanjutkan cita-cita pondok serta mewarisi nilai dan tradisi pondok.
  • Pergedungan: penyediaan prasarana dan sarana pendidikan dan pengajaran yang layak bagi para santri.
  • Sumber Pendanaan (Khizanatullah): lembaga pendidikan harus memiliki sumber dana sendiri, dan Yayasan Habiburrahman Bandung membentuk devisi pengembangan asset wakaf dalam berbagai unit usaha produktif.
  • Kesejahteraan keluarga: memberdayakan kehidupan keluarga yang membantu dan bertanggungjawab terhadap hidup dan matinya pondok secara langsung, dengan semboyan “hidupilah pondok dan jangan menggantungkan hidup kepada pondok”.

METODE PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN HABIBURRAHMAN

Sarana utama dalam pendidikan Pondok Pesantren Habiburrahman adalah keteladanan, pembelajaran, penugasan dengan berbagai macam kegiatan, pembiasaan, dan pelatihan. Tujuannya untuk menciptakan miliu yang kondusif kepada seluruh santri yang tinggal di dalam asrama dengan disiplin yang tinggi.

Keteladanan

Keteladanan (uswah hasanah) merupakan metode pendidikan yang efektif dan efisien. Penanaman nilai-nilai keikhlasan, perjuangan, pengorbanan, kesungguhan, kesederhanaan, tanggungjawab, dan lainnya akan lebih mudah dan tepat sasaran dengan pemberian keteladanan.

Penciptaan Lingkungan (conditioning)

Lingkungan memainkan peran penting dalam proses pendidikan. Santri diwajibkan tinggal di kampus dengan menempati asrama-asrama yang telah ditentukan. Kehidupan mereka selama 24 jam diatur dan diprogram dengan kegiatan-kegiatan yang produktif dan kondusif.

Dalam kehidupan di asrama para santri memperoleh pendidikan kemasyarakatan, nilai-nilai kebersamaan, tolong-menolong, pengorbanan, tanggung jawab, kejujuran, dan nilai-nilai sosial lainnya.

Pengarahan

Pengarahan merupakan metode yang penting dalam pendidikan. Sebelum menjalankan suatu program ataupun tugas, seseorang harus mengerti lebih dulu apa sebenarnya tugas yang sedang dikerjakan tersebut, apa tujuan dari program dan tugas yang telah dicanangkan, serta bagaimana melaksanakannya secara efektif dan efisien.

Penugasan

Semua lembaga, organisasi dan unit usaha di Pondok Pesantren Habiburrahman dijalankan oleh para guru dan santri sendiri. Para santri diberi tugas-tugas bervariasi mulai memimpin organisasi, mengurus kesekretariatan dan administrasi, menangani koperasi, sampai membersihkan kamar mandi dan toilet, menyapu asrama, mengangkut sampah ke tempat pembuangan dan lain-lain.

Pendidikan kepemimpinan, kemasyarakatan, kewirausahaan dan berbagai ketrampilan dapat dicapai secara lebih efektif dan efisien melalui penugasan tersebut.

SISTEM TATA KELOLA PONDOK PESANTREN HABIBURRAHMAN

Sistem pendidikan dan pengajaran

Kulliyatu-l-Mu’allimin al-Islamiyyah (KMI)

Sistem KMI merupakan hasil ijtihad para pimpinan Pondok Pesantren Habiburrahman. Sistem ini telah melahirkan alumni-alumni yang berkualitas dan diakui keunggulannya, yang tersebar luas dalam berbagai bidang atau profesi.

Gambar E.1 – Struktur KMI Pondok Pesantren Habiburrahman Tahun 2022

PIMPINAN PONDOK
BENDAHARA PONDOK
DIREKTUR KMI
PENGASUHAN SANTRI
UNIT USAHA PONDOK
STAFF KMI
GURU
SEKRETARIS PIMPINAN

Aktivitas KMI dilaksanakan oleh direktur bersama 8 bagian yang menjalankan proses pendidikan dan pengajaran. Materi pendidikan KMI meliputi keimanan, keislaman, akhlaq karimah, keilmuan, kebangsaan, kesenian dan keindahan (estetika), kewiraswastaan dan ketrampilan teknis, dakwah dan kemasyarakatan, kepemimpinan dan manajemen, keguruan, kepesantrenan, pendidikan kewanitaan (nisaiyyah) khusus santriwati, serta pendidikan jasmani dan kesehatan.

Pelaksanaannya tidak terbatas pada pelajaran di kelas (intrakurikuler), melainkan seluruh kegiatan yang dilakukan oleh lembaga KMI yang bersifat kokurikuler dan ekstrakurikuler.

IZIN OPERASIONAL

Pondok Pesantren Habiburrahman telah mendapat izin operasional dari Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam tentang penetapan nomor statistik pesantren Habiburrahman dengan Nomor Statistik 510232040489 dan berbadan hukum di bawah Yayasan Habiburrahman Bandung yang telah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM No: AHU-7785.AH.01.04 Tahun 2012.

Selain itu, Pondok Pesantren Habiburrahman bekerjasama dengan Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM) dalam hal penyetaraan “Muadalah Muallimin” sebagai salah satu sistem pendidikan nasional sesuai dengan UU. 18 Tahun 2019 yang berarti lulusannya setara dengan lulusan SMA/MA dan dapat diterima di berbagai universitas dalam dan luar negeri.